MAKANAN MENTAH ?

Mengapa harus Mentah
Bagi sebagian orang, mengkonsumsi Raw Food atau makanan mentah untuk menu makan sehari-hari sama artinya dengan menyia-nyiakan hidup yang hanya sekali.
Seperti pernah saya baca di internet, tentang salah satu kesaksian seseorang yang beralih ke pola makan Raw Food atas anjuran Dr. Tan Tjiauw Liat karena mengalami serangan jantung sewaktu melakukan perjalanan ke Israel.
Keputusannya untuk merubah pola makan mendapat reaksi yang tidak menyenangkan dari salah satu teman dekatnya sendiri dengan mengatakan "buat apa hidup kalau hanya makan seperti itu".

Benarkan pendapat seperti itu..?
Tentu saja menurut saya TIDAK BENAR, karena saya sendiri sudah merasakan manfaat dari pola makan seperti itu.

Lalu Mengapa harus Mentah.....?

Menurut Dr. Tan Shot Yen dalam bukunya menyebutkan bahwa :

- Proses pemanasan merusak enzim sayur dan buah hingga 30-80 persen
- Makanan tidak dimasak (raw) lebih gampang dicerna
- Makanan tidak dimasak memberi lebih banyak energi
- Makanan tidak dimasak dapat menurunkan atau menaikkan berat badan menjadi stabil
- Makanan tidak dimasak menghilangkan bau badan dan napas bau
- Makanan tidak dimasak menyebabkan tidur nyenyak karena kandungan nutrisinya masih sempurna, tidak rusak, yang mempengaruhi kerja kelenjar otak yang memproduksi endofin (zat yang menenangkan, memberi rasa nyaman dan relaks secara alami dalam tubuh manusia)
- Dengan dimasak, unsur ORGANIK sayur dan buah kembali dimatikan menjadi AN-ORGANIK

Namun demikian dalam "meracik" makanan sehat ini, perlu memilah-milah sayur atau buah apa saja yang bisa dijadikan pilihan untuk mendapatkan karbohidrat prima.


Seperti sudah sedikit saya singgung di tulisan terdahulu, bahwa dalam meracik pola makan sehat ini harus memperhatikan imbangan antara karbohidrat, protein dan lemak untuk setiap porsinya.


Karbohidrat :

Berikut syarat kualitas karbohidrat baik :
- Nilai indeks glikemik rendah (tidak terlalu cepat diubah menjadi gula darah dalam dua jam)
- Memiliki kandungan serat (sebagai alat kendali kecepatan diubah menjadi gula darah)
- Memiliki kapasitas antioksidan tinggi
- Bersifat alkalis (organ tubuh menjadi rusak dengan asupan makanan yang bersifat asam)

Setelah mendapatkan karbohidrat prima, jangan lupa masih diperlukan asupan protein dan lemak sebagai imbangan sehingga "racikan" makanan menjadi sempurna

Tetapi jangan salah, yang dimaksud protein dan lemak di sini juga tidak seperti yang ditulis para ahli gizi dalam buku-buku diet atau buku-buku food combining yang selama ini kita baca.

Protein :

- Protein berkualitas baik memiliki kandungan kalsium dan seng dalam jumlah cukup dan rendah lemak
- Secara biokimia, protein bekerja sama dengan KARBOHIDRAT dalam keseimbangan hormoral tubuh, yang membuat tubuh dalam keadaan optimal
- Bila asupan Karbohidrat menyebabkan insulin meningkat dan kelebihan gula disimpan, asupan protein menyebabkan hormon glukagon yang membuat simpanan gula dapat dipakai menjadi energi

Sebagian ahli gizi masih memasukkan daging merah dalam asupan makanan sehatnya, tetapi alasan mengapa "pengikut" pola makan healhty food sebaiknya menghindari daging merah,(sapi, kambing, babi, dll) selain kaya akan asam arakhidonat (pembentuk eicosanoid pro-peradangan) juga sifatnya yang sangat asam.

Lemak :

- Mitos yang perlu diluruskan adalah konsumsi lemak tidak membuat manusia gemuk, justru KARBOHIDRAT BURUK yang tidak disadari membuat gangguan hormoral tubuh hingga menyimpan lemak
- Justru untuk "melenyapkan" lemak yang tidak diinginkan dalam tubuh, manusia perlu mengonsumsi lemak lain secara tepat, baik pilihan maupun cara mengonsumsinya
- Salah satu jenis lemak yang terbaik adalah omega-3 yang terdiri dari DHA dan EPA
- Asam lemak esensial tak jenuh (DHA dan EPA) dan beberapa asam lemak lainnya yang tidak jenuh, sekalipun mengandung sembilan kalori per gram (seperti halnya lemak yang lain), namun tubuh menggunakannya untuk fungsi-fungsi struktural (pembuatan dinding sel, dll), hormoral, fungsi hantaran listrik, dan bukannya untuk menghasilkan tenaga. Pada pemakaian/konsumsi asam lemak esensial tak jenuh dosis tinggi, kecepatan metabolisme ditingkatkan dan meningkatkan pembakaran, dengan hasil penurunan berat badan. Ini adalah jenis lemak yang justru membantu "mengusir" lemak lain yang tidak sehat.

Perpaduan yang seimbang inilah yang dikenal dengan sebutan Makronutrien.
Dengan mampu memilih kualitas karbohidrat, protein dan lemak sebagai tiga serangkai makronutrien, maka kunci meracik makanan SEHAT-SEIMBANG sudah ditangan.

Ada satu metode paling praktis untuk meraciknya yaitu dengan membagi piring makan (besar) menjadi tiga bagian :
- sepertiga bagian dimulai dengan protein rendah lemak (kira-kira selebar dan setebal telapak tangan masing-masing)
- duapertiga bagian diisi dengan pilihan karbohidrat yang berasal dari buah dan sayur MENTAH (tidak dimasak)
- lemak/minyak digunakan dengan jumlah terbatas, seperti memerciki campuran selada atau salad dengan minyak zaitun (extra virgin olive oil)

Apakah ada Efek Samping dengan mempraktekkan pola makan Raw Food ini....?
KLIK di sini untuk mengetahui Efek Sampingnya.

Ternyata mudah untuk menjadi Sehat ya........
yang diperlukan adalah "Transformasi Paradigma Mengobati Menjadi Menyembuhkan"
Inilah mengapa saya meyakini bahwa buku berjudul "Saya pilih Sehat dan Sembuh" hasil karya Dr. Tan Shot Yen adalah sebuah buku penting yang perlu dibaca semua orang (tidak berdasarkan usia), karena akan membukakan mata kita tentang arti sehat yang sesungguhnya.

Begitu mudahnya diterapkan dalam keseharian, cobalah untuk memulai maka hidupmu akan berubah : "menjadi lebih sehat, bugar dan lebih baik", karena tubuh kita yang pada dasarnya mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri, akan lebih dapat diberdayakan dengan perubahan pola makan harian kita.

Selamat mencoba - semoga bermanfaat

Posted by mas sus
Labels: c. raw food

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkenalkan, Dr. Tan Shot Yen

Hidup sehat ala dr. Tan Shot Yen